da satu hal lagi yang ingin kuguratkan sebelum kantuk tiba menyapa.

Mungkin memang benar usia membuat seseorang semakin banyak menyesap larutan asam garam kehidupan, merasakan berbagai variasi rasa hidup, tapi kurasa kita bisa mempersingkatnya dengan banyak bergaul. Bertemu banyak orang baru dan berbagi itu, paling mudah dilakukan ketika kita melakukan banyak perjalanan. Petualangan.

Agaknya, itulah salah satu yang masih harus kukejar jauh. Seringkali kubahas saat berduaan dengan Eun Yud. Bukan aku tak bahagia dengan yang kuraih kini, sejak kecil begitu penuh minat dengan polygot. Tapi hanya bahasa Inggris yang masih mampu kupahami alakadarnya. Belajar otodidak dan itu semua tentu bukan tak ada apa-apa. Aku masih menyimpan satu asa tentang sebuah petualangan sebelum waktuku habis di dunia.

Kalau sudah membahas tentang ini, animo yang cukup besar sering tersalurkan melalui perjalanan-perjalanan dengan bermain imajinasi saja. Eun Yud yang paling paham dan dengan cepat mengelus kepala atau menggenggam tangan kecilku sambil berujar “suatu saat ketika anak-anak sudah besar dan punya kesibukan sendiri, kita keliling dunia.”

Tak peduli kapan pun itu akan terwujud, ataukah itu benar-benar akan menjadi nyata, hatiku menggelembung besar sekali. Tak mengapa, sandaran kami Allah yang Maha Mendengar akan selalu memeluk mimpi-mimpiku yang kini menjadi mimpi kami.

Jadi, buat saat ini membuka lembaran-lembaran buku apa saja, berpetualang di dalamnya sambil menikmati cemilan kesukaan adalah hal yang paling menyenangkan.

Lalu jurnal-jurnal keseharianku dengan sikecil akan selalu kuusahakan terdokumentasi agar mereka nanti memiliki bonding yang baik, ketika kami berjauhan buat beberapa waktu nanti dan masa-masa emasnya sudah kami tempa dengan baik, insya Allah. Semoga.

image

image