Monthly Archive: January 2018

Tantangan Game Level 3 Melatih Kecerdasan Emosi Hari#10

Tantangan Game Level 3 Melatih Kecerdasan Emosi

Hari minggu telah tiba, Akib yang sebelumnya sudah berjanji dengan teman-temannya untuk menginap di shelter, akhirnya mengeksekusi janji-janji tersebut. Ia terlihat begitu antusias hingga lupa bagaimana kami melalui sore kemarin dengan Faris yang harus tinggal sementara di rumah Alfa. Karena tidak ada rencana atau pemberitauan lebih awal dari ibu ataupun Faris sendiri, hingga kami merencanakan agenda rapat keluarga di pantai walau hanya sekitar dua jam.

Ingin mengajak Faris tapi dilema juga kalau nantinya harus menghabiskan waktu bersitegang dengan Akib kalau ia terdsitraksi dengan gawai saat kami makan dan mengobrol, atau ia jadi tak enak kalau harus mengabaikan Faris sahabatnya, Faris juga tidak berminat ikut, jadilah ia tinggal bermain bola dengan Alfa saja.

Subuh dimulai dengan jogging ke musala bersama Ayah dan teman lainnya, sepulang salat mereka mulai pasang ancang-ancang bergawai-ria, aku hanya mengingatkan agar sarapan tepat waktu dan mandi.

Bolak balik nimbrung ke shelter dan melihat mereka belum mulai sepertinya dan aku lebih bersyukur saat akhirnya mereka memilih bersepeda dulu, walau agak jauh dan aku katakan pada ayahnya kalau sedikit ragu melepas mereka. “Biarin aja, insya Allah nggak apa-apa.” jawab ayahnya menguatkan.

Bersama dengan teman-temannya, Akib jauh lebih kooperatif dan asik. Tidak ada pertikaian dan debat remeh temeh, saatnya salat mereka salat berhenti dan waktunya makan mereka balik sebentar ke rumah untuk makan dan minum. Bersepeda dan jajan pun disilakan untuk hari ini seperti hari raya.

Sorenya kami mengunjungi Hirzi sepupu Akib di Pesantrennya. Masih dengan antusiasme yang sama, Akib cukup kooperatif hingga malam hari.

Bersama genk AK Komlek Bumi Asri

Game Tantangan Level 3 Melatih Kecerdasan Emosi Hari#9

Game Tantangan Level 3 Melatih Kecerdasan Emosi Hari#

Lalai saat pagi akhirnya membuat Akib terlambat ke sekolah. Memang ada rasa dongkol dan ingin menpertanyakan hal yang sama “Kenapa bisa kejadian lagi, Kib?” muka kesal pun akhirnya tak mampu kusembunyikan. Padahal tidak ada lagi piket menggulung anti nyamuk elektrik, walau semalam dia tidur di kamar Biyya. Piket menggulung anti nyamuk elektrik tidak lagi dijalankan karena ia sudah pindah ke pondoknya di sebelah rumah. Sekarang beralih ke mengurus pakaian sendiri, tapi belum juga dimulai. (more…)

Tantangan Game Level 3 Melatih Kecerdasan Emosi Hari#8

Pagi hingga sore tidak ada perbedaan yang cukup signifikan dalam naik turun emosi anak-anak. Hanya pagi yang datar, persoalan sikat gigi untuk Biyya, debat kecil perlu atau tak perlu memakai singlet dan semacam itu. Sementara seperti biasa, kamis aku harus mengajar dan dilanjutkan dengan rapat dewan guru. (more…)

Game Tantangan Level 3 Melatih Kecerdasan Emosi Hari#7

Game Tantangan Level 3 Melatih Kecerdasan Emosi Hari#

Setiap memulai hari aku menyediakan amunisi yang mencukupi untuk sehari. Paling tidak, sampai report bisa rampung dan posting di blog saat bangun di sepertiga malam. Tapi ada sedikit tanya, pertama, apa setelah game ini berakhir aku masih bisa serutin ini memosting isi blog? Kedua, apa aku akan konsisten menjalani follow up game ini nantinya. Dimana aku dan suami saling mengingatkan intonasi, gesture, dan pilihan kata untuk mengatur sebaik mungkin agar kami menetap dalam keadaan positif. Bahwa apa yang disampaikan adalah sebuah amanat ataupun maklumat untuk kebaikan. (more…)

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#5

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#

Kemajuan yang baik untuk Akib mulai bangun tidur dan tidur lagi. Semakin terlihat kalem dan dewasanya. Uang paling kujaga yaitu cara ia bertutur kepadaku. Kubiarkan tetap luwes dan bebas bercerita apapun tentang segala peristiwa dan perasaannya. Nah, poin ini yang kadang melampaui kadarnya memang. Saking lempeng-nya, ia tak jarang lupa menjaga adab saat berbicara pada orang tua. Kalau marah ya, marah. Meledak meletup-letup. Jadi game kali ini amat sangat berguna baginya. Aku bisa merasakan ia pun akhirnya paham bahwa ia membutuhkan bantuan dalam mengelola emosinya. (more…)

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#4

 

Seolah siap dengan tantangan hari ini, Akib bangun dengan semangat baru. Selain karena semalam ia Kumpul Bocah, berpeluh-peluh mengayuh sepeda, boleh mencoba naik sepeda listrik, boleh memakai HP untuk bermain game dan dilanjutkan tidur bersama Azka dan Raihan di shelter yang diklaimnya sebagai markasnya dan kawan-kawan. (more…)

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#3

 

Alhamdulillaah selepas berjamaah di masjid komplek sebelah, anak-anak mau duduk sekejap untuk mengadakan Forum Keluarga. Setelah tilawah singkat dengan membaca surat alfatihah, sebab anak-anak keburu berjanji akan ke rumah temannya selepas magrib karena malam ini malam minggu, mereka diperbolehkan kumpul bocah. Kesempatanku untuk menyampaikan Game Tantangan Mengelola Emosi. (more…)

Game level 3 Melatih Kecerdasan Emosi hari#2

Game level 3 Melatih Kecerdasan Emosi hari#

The show must go on.
Walau semalam tidak jadi membahas film Coco, keterkaitannya akan emosi dan pengelolaannya, setelah salat subuh, aku coba membahasnya dengan Akib. Dengan mukenah yang masih kukenakan dan Akib juga baru selesai salat. Biyya dan Ayahnya sudah berangkat ke masjid sejak azan tadi. (more…)