Berhenti Mengenakan Kacamata Retak

Mungkin ada yang mengira aku sangat suka membicarakan keluarga besar, keluarga inti, berbagi cerita yang wajar-wajar mengenai mereka adalah sebuah bentuk show up. 

Kalau iya, sudah waktunya kamu move on, deh. Hehehe…

Actually, that’s all I have now, my world, my life. Itu yang ada di genggaman dan yang paling patut disyukuri. Karena di surah Luqman Allah katakan jika kamu bersyukur itu adalah untuk dirimu sendiri. Benar adanya, ketika itu kita lakukan berarti Kita sedang menciptakan sebuah kebahagiaan. Sebab semua tahu kebahagiaan diciptakan bukan dicari sampai ke ujung dunia.

Lalu selanjutnya Masih di Surat Luqman, Allah berfirman bersyukurlah maka akan Aku tambahkan nikmat bagimu dan jika kamu tidak bersyukur, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.

Kurang lebih seperti itu ya intinya. Jadi mungkin ini sebuah klarifikasi juga ya, sebenarnya semua sama sekali bukan untuk show up. 

Bagaimana mudah Allah mempertemukan jodohku, walau prosesnya tidaklah semudah yang terlihat. Lalu waktu yang fleksibel bagi kami keluarga inti yang nyaris 24 jam bersama. Lalu kondisi fisik terbaikku saat mengandung anak-ana di kala ibu-ibu muda lainnya kewalahan. Walau tak ada yang mengatakan membesarkan tiga anak itu mudah ya, tapi over all dengan segala keterbatasan kami dan usaha untuk selalu bersikap optimistik itu yang membuat aral melintang terlihat seru bagai tantangan yang diinginkan.

Lalu, apakah semua yang kami inginkan sudah kami raih dan dapatkan? Hello, you cannot get everything at once! Yang Kita butuhkan adalah mensyukuri apa yang ada dalam genggaman.

Bagaimana aku dan Eun yud akhirnya memutuskan menikah muda dan memilih menjadi orangtua disaat hobi kami berdua belum tuntas dieksplorasi. Kita berdua masih suka membicarakan cita-cita dan ego anak muda. Maka sesungguhnya ada pembicaraan-pembicaraan tertutup dan target-target untuk kami berdua selesaikan dengan apik. Yang kesemuanya ini tentu belum tuntas.

Satu Hal lagi yang tentu saja berat, yakni hati yang lapang ketika hal dalam list tersebut nantinya tidak semuanya kesampaian. Sebab ada takdir Allah di atas segala rencana dan upaya kita.

So… Jangan melulu melihat sesuatu dengan kacamata yang retak. Emang enak kena judge? Hihihi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *