Author Archive: aini

About aini

Istri Eun Yud yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya Akib, Biyya, dan Faza. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, namun belum sepenuhnya bisa seperti mereka. Hanya seseorang yang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dunia rabbitry dan hmm... banyak lagi. Saat ini menjabat sebagai Bunda dan asisten (tepatnya drh pribadi) Eun Yud yang punya puluhan ekor kelinci. Jadi just call me dokter hewan subspesialis kelinci :D

Tantangan hari#3 Komunikasi Produktif

Tantangan Hari#3

Tidak banyak yang bisa kutuliskan hari ini. Sabtu pagi yang dibuka dengan kehebohan anak tengah kami, Biyya. Entah sampai hari keberapa untuk semua kembali normal dan terkendali. Aku tahu pindahan bukan sepenuhnya menyusahkan, toh inilah salah satu cara memotivasi hari-hari ke depan. Memupuk optimisme dan segala macam impian kerap dibangun pada setiap sesuatu yang baru. Semangat! (more…)

Tantangan Hari#1 Komunikasi Produktif

Dikaruniai anak istimewa adalah anugerah tersendiri. Terasa amat disayang, semakin ingin berdekatan penuh keluh kesah dan bertong-tong air mata ingin ditumpahkan, mengadu kepada-Nya. Kalau di tantangan yang lalu aku mencoba komunikasi produktif dengan putri keduaku, Biyya, di tantangan kali ini aku ingin mencatat komunikasiku dengan Sang Imajinator Adiluhung, Akib, sulung kami yang disleksik. (more…)

Deteksi Dini Disleksia (2)

Bulan Oktober merupakan Bulan Sadar Disleksi (Dyslexia Awareness Month). Berikut penjabaran mulai dari asesmen dan arahan kemana sebaiknya kita mencari bantuan. Tulisan-tulisan berikut saya rangkum dari berbagai sumber yang awalnya dibantu kumpulkan oleh dr. Munadia Sp.KFR. Terima kasih sudah membimbing kami selaku orangtua dengan anak yang dihadiahkan Allah keistimewaan: BEING A DYSLEXIC. (more…)

Makan, tuh, Baik!

 

Suatu ketika aku pernah juga berempati kepada seseorang yang dekat denganku dan Allah berikan pula cobaan melalui suaminya yang sedikit bermasalah. Saat itu ia mengatakan “beruntung kamu, punya suami baik sekali.” karena orang dekat, maka ia sangat kenal dengan suamiku, bukan karena aku suka mengumbar detail apa saja kebaikan suami kepadanya. Aku kemudian berujar pelan dan dalam “Baik kali pun, Kak. Mungkin Allah malah kasih yang baiik sekali, sangking baik dan penyayangnya ya, begitulah. Mungkin Allah benar-benar mengabulkan doa saat Aini meminta suami yang baik, ya?” mengambang? Iya benar. Saat itu berujar pasrah karena sedang diuji kesabaran dari hal lain. (more…)