cerita ceriti

Deteksi Dini Disleksia (2)

Bulan Oktober merupakan Bulan Sadar Disleksi (Dyslexia Awareness Month). Berikut penjabaran mulai dari asesmen dan arahan kemana sebaiknya kita mencari bantuan. Tulisan-tulisan berikut saya rangkum dari berbagai sumber yang awalnya dibantu kumpulkan oleh dr. Munadia Sp.KFR. Terima kasih sudah membimbing kami selaku orangtua dengan anak yang dihadiahkan Allah keistimewaan: BEING A DYSLEXIC. (more…)

Makan, tuh, Baik!

 

Suatu ketika aku pernah juga berempati kepada seseorang yang dekat denganku dan Allah berikan pula cobaan melalui suaminya yang sedikit bermasalah. Saat itu ia mengatakan “beruntung kamu, punya suami baik sekali.” karena orang dekat, maka ia sangat kenal dengan suamiku, bukan karena aku suka mengumbar detail apa saja kebaikan suami kepadanya. Aku kemudian berujar pelan dan dalam “Baik kali pun, Kak. Mungkin Allah malah kasih yang baiik sekali, sangking baik dan penyayangnya ya, begitulah. Mungkin Allah benar-benar mengabulkan doa saat Aini meminta suami yang baik, ya?” mengambang? Iya benar. Saat itu berujar pasrah karena sedang diuji kesabaran dari hal lain. (more…)

Deteksi Dini Disleksia

Salah satu sebab perlunya deteksi dini pada penyandang disleksia adalah, agar bisa dengan cepat dilakukan intervensi. Orangtua yang tidak memahami, lingkungan yang tidak mendukung, dan beberapa momen gagal, perundungan (bullying) pada penyandang disleksia menyebabkan self esteem atau kepercayan dirinya terjun bebas. Anak yang notabene ber-IQ normal hingga gifted ini bisa kehilangan masa depan gemilang yang harusnya ada di gengamannya. (more…)

Apakah Disleksia Termasuk Berkebutuhan Khusus?

Unik. Itu kata pertama yang harus kutuliskan saat akan mengulas buku Wonderful Life. Bahkan aku bingung sendiri bagaimana mulai meresensinya. Walau sebelum membeli buku karya Mbak Amalia Prabowo ini, aku sudah berselancar mencari tahu isi ataupun sekadar tahu kaver dan harganya untuk kemudian memasukkannya ke keranjang wish list dalam bulan ini. (more…)

Telor Dadar #savetheday

 

Masih edisi curhat-curhat manjah –pinjam istilah Bang Ubai- kalau udah siayah sibuk 12 jam atau lebih, kerempongan sibunda pun dimulai. Antar jemput anak-anak; siayah, belanja dapur; siayah. Sesuatu yang belum sibunda handel selama 12 tahun ini. Ingat dulu tetangga nyamperin sibunda sore-sore di teras rumah cuma buat lapor, “Aini, tadi ibu lihat Yudhi sedang belanja, lah. Sedang pilih-pilih bawang. Pintar kali dia,” ibu itu sumringah, beliau benar-benar salut sama Bang Udi, sapaanku untuk Eun yud kalau di depan kawan-kawan. (more…)