Self reminder

Tantangan Hari#7

Tantangan Hari#7

Hari ini betul-betul istimewa. Mulai bangun kemudian sahur bersama sudah ada insiden ketulangan. Insiden ini disponsori oleh Tulang Ikan Emas dan Sambal Bocok Bunda. Yasudah jangan dibahas nama sambal yang aneh itu, tapi sungguh enak membuat Biya lupa diri dan makan sahur dengan lahap. Tiba saat azan Bunda mengingatkan kembali bahwa kita sedang berpuasa. Ya supaya tidak ada alasan pura-pura lupa atau gimana gitu, seperti kejadian lalu. (more…)

Tantangan Hari#6

Tantangan Hari#6

Biyya  pulang dari Camp Ramadhan saat Bunda menyelesaikan salat zuhur berjamaah di masjid Taqwa. Kebetulan Ayah dan Bunda sedang ada acara selama Ramadan ini dan memboyong seluruh anak-anak saat beraktivitas. Kantor sekretariat organisasi jadi rumah kedua kami selama Ramadan, nyaman atau tidak nyaman tetap harus dibuat homey ( ngomong sambil senyum syukur). (more…)

Tantangan Hari#2

Tantangan Hari#2

Masih dengan Si Reumeh Biyya. Hari ini Biyya yang  ikut Camp Ramadhan Ceria di salah satu yayasan. Hari ini puasa kelima dan sebelum ikut Camp Biyya hanya main di rumah dan haqqul yaqin bahwa anak-anak seusianya pada puasa semua. Pulang dari acara yang setengah hari itu Biyya bercerita kalau dia capek dan haus, perutnya juga sakit sekali. Bunda yang belum pernah melihat Biyya seperti itu sebelumnya agak khawatir dan membolehkan Biyya berbuka. Ternyata ia hanya haus dan kemudian ingin jajan. (more…)

Sebuah Awal

 

Kelas matrikulasi sudah berakhir, namun ini bukan berarti sebuah akhir melainkan alarm untuk memulai. Beberapa Nice Homework yang dicetak dan di tempel terus meminta komitmen saya. Sementara yang masih tertinggal di catatan dan beberapa butuh revisi terus menerus, terutama berkaitan dengan anak-anak yang cenderung dinamis dan beberapa kegiatan masih belum stabil, masih banyak penyesuaian. (more…)

NHW#6

_NICE HOMEWORK #6_

*BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL*

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. (more…)

NHW#5

Setelah minggu kelima Matrikulasi Institute Ibu Profesional, baru kali ini meminta dispensasi pengumpulan Nice Homework. Walaupun Nice Homework sebelumnya tidak bisa dikatakan rampung dengan sempurna, karena setiap kali selesai mengumpulkan, ada revisi di sana-sini. Bunda Fasilitator dengan sabar membimbing dan meladeni pertanyaan-pertanyaan saya seputar Ibu Profesional dan proses matrikulasi ini. Adapun revisi biasanya saya diminta menyimpan kembali dan kemudian dilaksanakan setahap demi setahap. Sebenarnya ada tugas lain selain NHW yang harus saya rampungkan, makanya NHW#5 tertunda (hehe… ini semacam indikasi ngeles). Jadi setelah NHW#4 kita membuat KM milestone pencapaian-pencapaian tahap belajar dan muncul pula istilah akselerasi atau bahkan ketertinggalan, saya mulai menakar diri dan merasa ketertinggalan saya barangkali terlampau jauh. Tapi tetap harus optimis sebagai ibu yang ingin profesional membina buah hati dan juga mewujudkan keluarga yang sesantiasa memberi kontribusi untuk umat. Saya semakin banyak mensugesti diri dan berusaha tetap komit dalam segala tahap walau banyak yang harus dibenahi, jangan pernah menyerah, batin saya. Adapun setelah NHW#4 tugas saya adalah membuat jadwal harian lebih rinci dari bangun tidur hingga tidur lagi. Dikarenakan jadwal seminggu tidak tetap, ada beberapa hari yang harus disesuaikan, tidak hanya sekedar membuat jadwal satu hari, saya membuat jadwal selama seminggu secara detail. Berikutnya tentu saja berdampak ke Checklist harian yang saya buat di NHW#3, maka panjanglah ceritanya.

Alhamdulillah walau tidak sesempurna yang tertulis di jadwal atupun checklist indikator, hari-hari kian terarah. Tidak sedikit yang melenceng dari jadwal, banyak pula checklist yang tidak dapat diconteng, namun tidak ada lagi yang namanya kocar-kacir dan ngos-ngosan mengatur waktu. Tidak ada lagi yang namanya tak sempat, sibuk berat, bingung bin galau karena kita sudah memberikan skala prioritas terhadap tugas harian, mingguan, dan bulanan. Adapun yang tak terkerjakan atau tertinggal tidak sampai jauh keteteran seperti sebelumnya, saat kita tidak meng-arrange waktu dengan baik. Paling melenceng sedikit dan beberapa jengkal dari target yang telah ditentukan. Bahkan masih bisa merasakan nikmatnya hablumminallah kembali walau tidak seperti saat sebelum menikah dulu barangkali durasinya berbeda. Maka akan kembali bertahap mengejar keinginan seperti dulu lagi beribadah dengan khusuk dengan durasi yang cukup lama. Tidak terpikir anak yang merengek minta ini dan itu, atau menarik pakaian kita, merobek mushaf saat tilawah, terbangun minta minum tengah malam, hingga minta dikelonin kembali. Namun memang sebenarnya kalaupun itu ada, sebagai jihad kita di rumah Allah pun sudah janjikan pahala, asalkan ikhlas dan tulus mengerjakannya.

Barangkali tidak terpancing bisikan galau, ‘ah, saya tidak mau membuat target yang tidak mungkin saya capai, yah … yang mungkin-mungkin saja’. Saya pun membuat di jadwal harian salat malam setiap harinya. Di sana dituliskan hari dimulai dengan qiyamullail dilanjutkan tilawah hingga menjelang fajar dan dilanjutkan dengan subuh sebagai penutupnya. Memang selama dua minggu dijalani, hal tersebut tidak setiap harinya dapat terlaksana. Namun jauh hari sebelumnya ketika target itu tidak dibuat, saya pernah menjalani hari berbulan-bulan dengan melewati sepertiga malam tanpa qiyamullail satu kalipun. Begitu pun dhuha, lalu terlampauilah hari-hari penuh dengan ketergesaan dan rasa sesal. Untuk mengerjakan hal dunia tidak selesai, akhiratpun keteteran. Intinya jadilah saya idividu tidak produktif. Sementara saat ini Alhamdulillah saya lebih percaya diri, secara bertahap akan sampai pada tujuan asalkan saya tetap komitmen mengayuh sepeda kehidupan dan telah mengamati peta perjalanan ke arah tujuan tersebut. Ada persimpangan ataupun tempat singgah dimana saya harus meminyaki rantai, mengganti onderdil yang aus atau bahkan dengan usaha keras saya bisa mendapatkan kendaraan yang lebih kencang dan nyaman, namun tentu saja saya harus memantaskan diri memilikinya. Belajar cara merawat dan menggunakannya, jangan sampai ketika berganti kendaraan yang lajunya lebih cepat, saya justru jatuh ke jurang, salah arah, atau bahkan crash di tengah jalan. Naudzubillah min dzalik, Allah sebaik-baik pelindung.

Menilik NHW#3 mulai dari surat yang saya buat untuk Eun Yud yang berarti di sana tertulis apa yang paling membuat hati kami terpaut, yaitu tentang takad yang kuat untuk terus beringingan belajar segala hal dalam universitas kehidupan ini. Lalu tentang anak-anak dan segala potensi mereka, dimana Akib lebih ke arah audio visual dan imajinatif, Biyya yang ramah Sang Kinestetis, lalu Faza akan dipandu oleh kedua kakaknya, barangkali dari sana kita bisa sama-sama mendesain Metode Pembelajan dan Kurikulum di rumah, untuk kemudian melakukan komunikasi dengan guru-guru mereka di sekolah formal. Bismillairrahmanirrahiim.

Well, NHW#5… Here we go

Design Pembelajaran dan Kurikulum Sekolah Rumah “Taman Kelinci”

Sebenarnya pemilihan nama di atas tidak akan banyak hubungannya dengan design yang dirancang atau bahkan beberapa sudah pernah dilaksankan di rumah kami. Tapi, putri tengah kami memberi nama sekolah rumah kami dengan nama di atas, Sekolah Rumah Taman Kelinci. Ingin sekali duduk bersama untuk merembukkan apa yang baik untuk dijadikan nama, tapi akan memakan lebih banyak waktu dan tentu saja perdebatan antara Akib dan Biyya (Faza belum terlibat dalam hal ini, karena ia baru tahu berdebat dalam rangka berebut gelembung sabun, hehe) sementara Akib tentu saja Bunda sudah tahu, ia akan memberi nama dengan hewan kegemarannya pula, Beruang Emas. Maka bisa-bisa namanya menjadi Goldbear Family HomeSchooling. Biyya akan bergidik ngeri dan jejeritan, maka perdebatan akan dimuali dan berakhir di teras rumah untuk abang beradik itu. Merenung berdua, apakah yang mereka perdebatkan itu cukup pantas dana pa manfaatnya.

Peraturan di Sekolah Taman Kelinci

  1. Perbanyak pelukan
  2. Saling memuji dan mengapresiasi segala pencapaian yang baik, walau sekecil apapun.
  3. Berusaha mengalah dan meninggalkan perdebatan yang tidak penting.
  4. Tidak bersuara tinggi.
  5. Berlomba dalam kebaikan dan kedisipinan (terutama disiplin beribadah).
  6. Memberi teladan yang baik untuk Faza sebagai batita yang paling peniru di rumah untuk saat ini.
  7. Bercerita permasalahan di luar rumah
  8. Berbagi cerita inspiratif di rumah.
  9. Menjaga kebersihan diri dan kamar sendiri.
  10. Menjaga dan merawat benda milik sendiri.
  11. Melaksanakan to do list yang sudah dibuat bersama mulai bangun hingga tidur malam ( list sudah ditempel di Mading rumah dan silakan diconteng sendiri )

 

Desain pembelajaran untuk Akib (Audio Visual)

  • Materi-materi yang sulit dimengerti akan dicarikan gambarnya di internet, kemudian diprint dan ditempel di Mading Pribadi Akib
  • Mencari dan mengunduh video di Youtube mengenai materi yang sulit dimengerti oleh Akib
  • Akib boleh mengakses program Corel Draw, Sketch Up, Smooth Draw, dan Photoshop di Laptop Ayah atau Bunda jika laptop tersebut sedang tidak digunakan untuk kerja.
  • Bunda membacakan kembali materi yang sudah dipelajari di sekolah kemudian berdialog dengan Akib (metode cerita, dilaksanakan bada magrib menjelang isya).
  • Tanya jawab dengan Narsum setelah tausiyah magrib (Materi seputar adab dan ibadah)
  • Bekerjasama dengan guru mentoring jumat dab Bunda mengulang materi yang disampaikan di rumah (Akib boleh memulai cerita atau Bunda bertanya).
  • Hari gawai sabtu-minggu diusahakan menonton satu video tausiyah atau murajaah hafalan sebelum memulai main game dll.
  • Latihan memanah seminggu sekali (belum dimulai, sedang observasi tempat, waktu dan mentor).
  • Buku baru sebulan sekali (dianjurkan meresensi dengan tulisan jika selama ini hanya mengulas secara verbal).
  • Bermain outdoor di akhir pekan. Laut, taman, silaturrahim dengan keluarga.

Metode Pembelajaran Untuk Biyya (Kinestetis)

  • Materi yang sulit dimengerti akan diulang langsung saat pulang sekolah sambil bermain dengan Faza atau saat di Dayah bersama kakak-kakak sambil bermain (Biyya bersekolah half day dan ikut Bunda mengajar setelah pukul 11.00).
  • Menjaga komitmen Biyya yang selama ini sudah tekun dan memiliki tekad kuat untuk lancar mengaji. Tipikal Biyya mudah termotivasi, jadi Bunda harus lebih piawai mencari diksi agar Biyya tetap semangat mengaji.
  • Mengingatkan komitmennya untuk disiplin beribadah (terutama salat 5 waktu), sebisa mungkin diulang perjanjian Bunda dan Biyya, jika Biyya tidak langsung mengambil wudhu dipanggilan kedua, Biyya membolehkan Bunda menyentil telinganya.
  • Meluangkan waktu bersama Biyya untuk membuat donat atau pizza seminggu sekali (hari sabtu pukul 11.30).
  • Membacakan buku, mengajari Biyya storytelling di sela-sela membaca buku.
  • Biyya tidak diberikan pelukan selama satu hari jika mulai malas-malasan untuk mengerjakan to do list-nya (sudah ditempel di Mading ruang tengah).
  • Latihan pencak silat seminggu sekali di Gedung Dakwah Muhammadiyah Nomor 7 (Bunda senantiasa harus mengingatkan diri bahwa Biyya tidak boleh dilarang sepenuhnya dan secara frontal ketika ia mulai melatih gerakan-gerakan pencak silatnya di rumah atau saat kami berjalan-jalan akhir pekan).

Metode Pembelajaran Untuk Faza (Sang Bijaksana belum terlalu jelas cara belajar yang cocok)

  • Memberikan teladan yang baik dalam berkata-kata
  • Banyakkan pelukan, ciuman, dan berbicara dengan lugas dan jelas
  • Perdengarkan murattal lebih sering.
  • Bacakan buku lebih sering.

Barangkali hanya ini untuk permulaan saja, design yang saya buat untuk ketiga buah hati dan seklaigus untuk saya dan suami agar bisa menyesuaikan dengan jadwal anak-anak. Semoga mampu menjalankannya dan bermanfaat, terutama bagi keluarga kami.

 

-Bunda Aini-