my world

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#5

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#

Kemajuan yang baik untuk Akib mulai bangun tidur dan tidur lagi. Semakin terlihat kalem dan dewasanya. Uang paling kujaga yaitu cara ia bertutur kepadaku. Kubiarkan tetap luwes dan bebas bercerita apapun tentang segala peristiwa dan perasaannya. Nah, poin ini yang kadang melampaui kadarnya memang. Saking lempeng-nya, ia tak jarang lupa menjaga adab saat berbicara pada orang tua. Kalau marah ya, marah. Meledak meletup-letup. Jadi game kali ini amat sangat berguna baginya. Aku bisa merasakan ia pun akhirnya paham bahwa ia membutuhkan bantuan dalam mengelola emosinya. (more…)

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#4

 

Seolah siap dengan tantangan hari ini, Akib bangun dengan semangat baru. Selain karena semalam ia Kumpul Bocah, berpeluh-peluh mengayuh sepeda, boleh mencoba naik sepeda listrik, boleh memakai HP untuk bermain game dan dilanjutkan tidur bersama Azka dan Raihan di shelter yang diklaimnya sebagai markasnya dan kawan-kawan. (more…)

Game Level 3 Tantangan Mengelola Emosi Hari#3

 

Alhamdulillaah selepas berjamaah di masjid komplek sebelah, anak-anak mau duduk sekejap untuk mengadakan Forum Keluarga. Setelah tilawah singkat dengan membaca surat alfatihah, sebab anak-anak keburu berjanji akan ke rumah temannya selepas magrib karena malam ini malam minggu, mereka diperbolehkan kumpul bocah. Kesempatanku untuk menyampaikan Game Tantangan Mengelola Emosi. (more…)

Game level 3 Melatih Kecerdasan Emosi hari#2

Game level 3 Melatih Kecerdasan Emosi hari#

The show must go on.
Walau semalam tidak jadi membahas film Coco, keterkaitannya akan emosi dan pengelolaannya, setelah salat subuh, aku coba membahasnya dengan Akib. Dengan mukenah yang masih kukenakan dan Akib juga baru selesai salat. Biyya dan Ayahnya sudah berangkat ke masjid sejak azan tadi. (more…)

Aliran Rasa Game Level 2

Andrea Hirata menuliskan dalam sebuh bukunya, mengenai filosofi orang-orang berdasarkan kesukaannya pada kopi. Penyuka kopi pahit memiliki pengalaman hidup keras dan pahit selayak kopi yang disukainya. Narasi akhir ia tuliskan mengenai orang yang tidak suka kopi adalah orang penyia-nyia hidup ini. Haha. Jangan pada protes, it’s not that serious if you had enough sense of humor. (more…)

Tantangan Game level 2 hari ke 4

Tantangan Game level 2 hari ke
#MelatihKemandirian

Memasuki hari keempat. Kesempatan untuk melihat langsung kemandirian Bunda juga belum jelas. Walau hari ini terlihat super dengan ketiga tepatnya keempat anak beserta kak Sari, anak asuh kami yang menginap di rumah, semuanya kuboyong ke kantor NA untuk rapat persiapan pelantikan pengurus. Karena akun Gojek Ayahnya yang punya deposit, akhirnya beliau yang memesankan Go-Car (Naaah, dalam hati, yah mau gimana?) intinya seperti pillow talk kami saat mau memulai game ini, (more…)

Mengurai Kesemrawutan Komunikasi

Aliran Rasa (Game Level 1#Komunikasi Produktif)

Sepuluh hari mencatat bagaimana aku berkomunikasi dengan Sang Imajinator Adiluhung kami. Kemudian hari berikutnya mencoba mengikuti pola berdasarkan sepuluh hari tercatat. Cukup? Tentu saja tidak. Banyak tambal sulam yang mesti aku dan suami lakukan, tapi sedemikian bahagia rasa hati sudah bisa menjalani hal ini. Artinya satu tantangan yang lebih rumit levelnya dibanding batch sebelumnya dimana aku memilih Biyya yang Rumeh dan memiliki celah untuk menjadi penurut sebagai game partner  level 1. (more…)