Tantangan Hari#8

Tantangan Hari#8

Sahur Biyya hari ini saat sudah azan subuh, tepatnya menjelang iqamah. Masih bersemangat berpuasa tapi ia kecewa tidak bisa salat ke masjid naik sepeda hari ini.

Biyya sempat kemarin tidak ingin ikut Camp Ceria Ramadhan, tepatnya ingin bolos saja karena ingin ikut Bunda ke kantor sekretariat. Ada beberapa kegiatan dalam minggu ini jadi sekedar evaluasi dan koordinasi. Tapi Bunda bilang ke Biyya, ikut Camp Ramadhan Ceria ini sudah pilihan Biyya, harus dijalani sampai tuntas. Jangan hari ini tidak ikut besok minta lagi dan membuat jadwal semau kita. Biyya sudah 7 tahun,bukan anak TK lagi. Awalnya ia masih cemberut, tapi alhamdulillah saat Bunda antar ke Rumbin, lokasi Camp Ramadhannya, Biyya terlihat senang bertemu kawan-kawannya. Bunda dengar mereka sedikit menggoda Biyya. “Jeeeh, tadi katanya nggak mau dataaang! Hehehe” terlihat Biyya tersipu saja.

Sorenya Biyya yang harus ikut Uncu pulang ke rumah dan berpisah dengan Ayah Bunda berbuka puasa kali ini. Karena Bunda dan Ayah harus menghadiri undangan berbuka di sekolah Bang Akib.

“Biyya nggak mau berbukanya nggak ada Bunda…” begitu keluhnya di awal Bunda sampaikan rencana kami.

“Kasihan Bang Akib kan? Sudah hampir dua minggu dia nggak berbuka sama Bunda dan Ayah. Biyya cuma satu hari ini saja.”

“Tapi Biyya rindu Bang Akib. Sekarang dia baik sama Biyya.” Dengan matanya yang basah Biyya masih merengek minta ikut.

“Gini aja, Biyya bikin surat untuk bang Akib, nanti Bunda sampaikan suratnya.” Saran Bunda sebenarnya itu ide Biyya saat dia menunggui Bunda rapat tadi bada zuhur.

“Biyya besok boleh lihat bang Akib?” Tanya Biyya lagi.

“Oke, besok ya, insya Allah kita ketemu Bang Akib. Hari ini izinkan Bunda berbuka di sekolah Bang Akib ya.”

Biyya mengangguk dan memeluk Bunda sebelum pulang ke rumah dengan Uncu. Biyya boleh membeli kue berbuka kesukaannya.

 

Surat Biyya untuk Akib

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *