cerita ceriti,  disleksia,  my little angels,  my world,  Parenting,  Self reminder

Tergantung Sudut Pandangmu

Dulu, aku meletakkan IQ di nomor sekian untuk faktor kesuksesan di masa depan, sesuai dengan referensi evidence based yang ternyata memang ia berada di urutan ke 21 sebagai penentu, tapi pada kenyataannya Allah memberikan ‘hal lain’ tentang amanah anak ini, jadi saat ini berharap banyak pada Allah dalam ‘bungkusan: IQ di atas 120 sudah pasti di tangan’ itu, semoga kelak anak-anak ini menjadi pribadi baik, mushlih, dan dimampukan mencapai derajat takwa dengan kelebihan yang Allah berikan, bukankah hal demikian semakin memungkinkan, Mi?

Walau tetap saja suara itu ada; apa guna IQ tinggi kalau tak mampu bersosialisasi?; Apa gunanya otak cerdas kalau tak punya empati?

Toh, Allah punya alasan yang berdayaguna untuk segala sesuatu yang ia berikan, bukan? Jadi berhentilah bertanya apa gunanya? Tentu saja kelak berguna untuk menandai kebenaran, memahami kebesaran sang Pencipta. Mungkin sekarang belum terlihat berguna, kami belajar dengan cara berbeda dan dipenuhi proses berliku, tidak sama seperti lainnya yang bisa dikatakan ‘fast learner’ dan mampu melakukan revolusi. Kami berada pada ‘line’ berbeda dengan cara berevolusi dalam artian berubah secara perlahan dan syukurilah bahwa itu merupakan rahmat.

Toh, kami bersyukur bukan berbangga, jadi pinta pada hatimu untuk legawa, ya, Mi…

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya: Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Bisa dihubungi melalui surel medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published.