my world

Alasan untuk Bersyukur

Menyaksikan celana baggy selutut dengan ukuran jumbo yang masih bergumul tergeletak di lantai di usia nyaris 11 tahun pernikahan kami untuk kesekian kalinya, alih alih membuatku merasa kesal, lelah dan marah, aku justru tersenyum simpul, memungut sembari menggantungnya di hanger belakang pintu.

Aku punya alasan merasakan seruak bahagia di hati ini demi menyaksikan fenomena tersebut untuk kesekian kalinya.

Pertama, aku jadi punya alasan menyentil bahkan mencubit pinggangnya kali ini. Atau memencet hidungnya yang mulai berlemak kalau tak kuingatkan memakai sabun muka setiap kali mandi.

Kedua, aku merasa tersanjung karena celana itu menjadi style favoritnya setiap hari saat menghabiskan waktu bersama kami di rumah, kebun, dan rabbitry. Walau kubeli dengan bajet super hemat yang tidak bisa dilakukannya, sebab ia hanya tahu berbelanja di toko pakaian berbandrol di sepanjang jalan pusat kota.

Masih jelas raut wajah dan senyum sumringahnya saat kuberikan beberapa lembar dan dipakai berganti-ganti untuk bekerja, bersantai dan menikmati kopi pagi buatanku.

Ketiga, kuantitas dan intensitas terjadinya peristiwa tersebut menegaskan keberadaannya yang lebih banyak mendampingiku mengasuh anak-anak di rumah. Karena entah kenapa, bagiku tetap saja kualitas dan kuantitas adalah dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan.

Ada geliat bahagia yang kerap kurasakan setiap membereskan dan segala kerepotan yang dilimpahkan oleh orang-orang tersayang di sisiku.

Ditambah lagi jelang tidur, saat ‘pillow talk’ sesekali kami saling bermaafan atas khilaf yang sengaja, tak sengaja, bahkan rutin seperti kejadian celana baggy itu. Aku jadi tak punya satu alasan pun berkeluh tentang dia.

Aku tak sempurna, begitu juga ia. Tapi karena itulah kami berusaha untuk saling mengisi.

Yang terakhir, aku benar-benar diingatkan untuk terus bersyukur ia ada dalam artian sesungguhnya. Di sini bersama kami, berbagi tugas pengasuhan bersamaku.

Selamat hari ayah Eun Yud, karena bagi kami every day is father’s day, because you always there.

image

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *