cerita ceriti,  Just My Opinion,  my world,  Self reminder

Catatan Evaluasi Diri

Aku masih punya dua tugas lagi dari WAG Inong Literasi Ramadan kali ini, dua tantangan menulis masih menanti. Walau sudah membuat draf di ponsel dan melihat-lihat “catatan monyet” yang kupunya di dokumen Ms. Word-ku, ternyata untuk eksekusinya tidaklah segampang yang kukira. Di sela-sela memanfaatkan momen Ramadan yang sudah di penghujung dan segala kesibukan domestik, kegiatan menyunting naskah yang masih kuterima—alhamdulillah klien dan penerbitnya pada maklum kalau ini libur jelang Idulfitri, jadi tidak ada yang mendesak minta dikirimkan hasilnya dalam  minggu ini—aku tetap ingin menyelesaikan tantangan ini.

Rencana pribadiku dalam dua bulan ini, selain mengikuti tantangan menulis, aku juga ingin membuat akun di platform menulis yang menurut ulasan kawan-kawan sesama penulis, platform tersebut cukup prospek, terutama di masa pandemi ini dan masih sesuai dengan hati nuranilah. Yup, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku ingin menulis di Storial! By the way, aku memang sudah membuat akun sekitar dua tahun lalu, tapi setelah aku mencoba log in lagi, akun tersebut seperti expired. Ada sekitar lima kali aku mencoba memutakhirkan dan diakhiri dengan “penonton kecewa”, aku pun berinisiatif membuat akun baru dalam kondisi sinyal internet yang galau bin labil ini.

Ramadan terakhir tahun ini, aku bersyukur kami dikaruniai kesehatan sejak masa pandemi dan isolasi mandiri diberlakukan, tapi tadi malam Kareem mulai panas suhu tubuhnya dan menunjukkan gejala akan batuk dan pilek. Bayi kami 10 bulan beberapa hari lagi, ia sudah bisa berjalan selangkah, tumbuh gigi baru di gusi atas, dan banyak kepandaian baru. Masyaallah tabarakallaah

Allah mungkin tidak mau aku lena dalam kenikmatan-Nya, harus ada sedikit teguran agar ingat wahai diri, Ramadan sudah berlalu, bekal apa yang kaubawa untuk sebelas bulan ke depan? Jleb!

Namun, aku memang mengakui di Bulan Suci kali ini, aku tetap tidak mengurangi porsi untuk berselancar di media sosial. Pertama, kupikir selama ini aku pun sudah mengaturnya dengan saksama. Hanya yang berbeda bulan ini aku mulai lagi berselancar di Facebook, dengan syarat dan ketentuan berlaku, hanya bagi tautan yang diperuntukkan bagiku selama tantangan. Walau sudah begitu, aku pun masih juga terpeleset dalam notifikasi. Alhamdulillah, karena memang cukup vakum beberapa tahun ini, notifikasi pun paling banyak sekitar 10 saja karena frekuensi yang sedikit dan jarangnya aku berinteraksi di “platform sejuta umat” tersebut. Aku berharap dengan begitu aku tetap bisa fokus dan tidak terdistraksi parah mengikuti hal-hal yang tidak aku butuhkan di media sosial. Biasalah, tantangan orang kecil ini memang masih seputaran hal-hal sepele. Semoga hal kecil kelak berdampak besar bagi diri ini khususnya dan kelak  bagi seluruh umat manusia.

Nah, selanjutnya apa lagi unek-unek yang perlu aku lepaskan di edisi curhat kali ini? –alamak, apa branding blogku ini benar-benar akan jadi tempat curhat saja? Teriak sambil nangis di pojok. Oh, mungkin juga mengenai rencana setelah balik ke rumah nanti, menyiasati kebosanan Biyya yang sangat suka bersosialisasi. Selama ini masih ramai sepupunya, nanti setelah balik, bagaimana pula? Ia juga masih sepuluh tahun dan belum konsisten untuk menekuni satu bidang. Biyya suka sekali menulis dan crafting, walau pendampingan yang kurasa amat terbatas dan alakadarnya, Biyya tetap bersemangat. Sempat pula tertunda aku ketik ulang beberapa cerpen dan puisi-puisinya. Subhanallaah, maafkan Bunda ya, Nak. Semacam tidak ada apresiasi atas segala usahanya. Aku hanya bilang nanti di sela-sela aku membereskan naskah, aku akan mengetik ulang semua tulisan-tulisannya yang sudah selesai di buku tulis. Ternyata itu tidak kulakukan hingga hari ini, lalu dia pun  lapang dada tidak banyak menuntut, tapi pantas saja selama ini kalau sedang senggang, Biyya terlihat rewel dan meminta banyak perhatian. Barangkali karena tidak terpenuhi janji-janjiku yang sebelumnya.

Terakhir, tapi bukan akhir ya, hehe…niat selama tiga bulan berbagi tentang dunia penulisan yang ilmunya masih seuntil ini, ternyata kurang berjalan mulus. Di awal Maret aku mengajak anak-anak HS-er untuk memulai Kelas Menulis Kreatif. Minggu pertama dan kedua sangat seru, minggu ketiga jaringan mulai lelet karena aplikasi Zoom Clouds Meeting yang kami pakai mulai crowded pemakai yang membuatnya jadi lelet. Untuk memasang aplikasi lain yang direkomendasikan seperti We bex, dan entah apalagi, aku rasa akan memakan waktu untuk mempelajarinya, apalagi tidak semua anak-anak dan orang tua HS piawai memakainya. Namun yang paling kentara itu kendalanya di diriku sendiri, manajeman waktu dan kepiawaianku memanfaatkan gawai, akhirnya aku bilang pada Kak Zoe, salah satu peserta yang anaknya paling antusias, kelas daring Menulis Kreatif ditunda dulu. Beliau setuju karena fokus ibadah Ramadan, katanya.

Mentoring Jurnalistik di Baitul Arqam pun lumayan sepi. Padahal mentor-mentor biasa saja, semangat masih stabil saja, anak-anak yang mulai susah dihubungi, mulai dari kendala sinyal dan paket internet. Padahal ada beberapa anak  yang belum tampil tulisannya di media. Bagaimanapun, aku juga tidak menyangka harus berpuas diri dengan tulisan-tulisan mereka yang kemarin hampir setiap bulan nangkring di media online dan dua di Harian Serambi Indonesia. Apalagi terdengar kabar kalau kolom Budaya Serambi Indonesia kena dampak di pandemi ini, akhirnya dengan berat hati ditutup sudah. Sedih, bagaimana wajah sastra Aceh ke depan? Semoga Allah selalu merahmati para pejuang literasi.

Ramadan ini ada banyak ibrah yang bisa digali, semoga Allah menjernihkan mata hati kami. Allah limpahkan segala kerberkahan di setiap hari yang dijalani. Tetap semangat, wahai diri![]    

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pecinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *