Self reminder

Menemukan Berlian dalam Binar Mata (Hari III)

Game Level 7 Kelas Bunda Sayang

Hari 3 (19 Mei 2018)

Benar Akib tak setangguh Biyya dalam hal kemandirian, executive function pada individu disleksia perlu dilatih dengan saksama, tidak sekadar memberikan contoh dan langsung bisa ditiru olehnya. Tapi Akib memiliki banyak kelebihan dalam bidang seni seperti desain, doodle art, dan barangkali musik. Yang terakhir ini tidak bisa terllau aku eksplorasi. Mengingat mentor yang belum ada dan aliran musik EDM yang disukai Akib, membuat aku rada tak siap dengan kedekatannya dengan musik.

Sejauh ini hanya mengunduh beberapa lagu yang dia sukai dan alasannya adalah untuk backsound saat membuat intro di video.

Banyak waktu yang belum maksimal dalam proses melejitkan potensi Akib mendesain dan movie maker. Alasan pertama karena matanya rentan sakit jika di depan layar. Kedua, ia belum bisa mengendalikan diri saat diberikan kepercayaan berlatih dengan laptopnya. Ia suka melipir bermain game atau malah menonton di Youtube. Jadi saat melatih jam  terbangnya aku harus dengan telaten di samping Akib. Sementara Faza sering mengganggu kalau aku sedang menemani Akib. Faza terus fokus merecoki laptop dan berusaha bermain-main juga di tuts kibor yang membuat sesi belajar kami menjadi kacau.

Yang ketiga, kami masih fokus pada pemeliharaan hafalan quran Akib yang satu juz satu surah. Sebagai seorang disleksik dengan khas rentang ingatan jangka panjang dan pendek sering lepas, Akib sangat perlu mengulang dan telaten memelihara hapalan yang sudah ada. Gawai dan salah satunya laptop tadi, sangat mengganggu dan kerap membuat Akib gagal fokus.

Yang keempat. Kami masih percaya bahwa teknologi dengan mudah bisa diajarkan dan dipelajari. Bahkan anak masa kini sangat karib dengan gawai walau sekali dipelajari. Jadi kemampuan desain dan gambar Akib akan terlebih dahulu kami asah dengan manual sebelum bersentuhan dengan teknologi. Walau pada akhirnya membuka aplikasi Corel Draw dan Photoshop atau ada beberapa aplikasi animasi yang sudah diunduh dan tersimpan dalam laptop, jarang bisa kami hindarkan. Akhirnya membujuk dan membatasi matanya di depan layar dengan cara mengingatkan jika sudah lebih dari dua jam, itu saja yang dapat kami lakukan saat ini.

Menemukan Berlian dalam Binar Mata (Hari II)

Tantangan Game Level ke-7 Kelas Bunda Sayang IIP

Hari 2 (18 Mei 2018)

Adalah Hukma Shabiyya, putri kedua kami, suka sekali berbicara dan bergaul. Kami memberikan gelar Si Rumeh Biyya, yang di dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan Biyya yang ramah. Ia paling suka berteman dan mengingat teman-teman baru maupun lama. Kalau ada teman TK-nya, ia yang kini kelas dua SD, usianya 8 tahun, ia sering berbisik kepadaku, “Bunda, itu teman TK Biyya lah.” “Oh ya? Disapalah…” terkadang ia mau terkadang tidak, dikalahkan oleh rasa sungkan. (more…)

Menemukan Berlian dalam Binar Mata (Hari I)

Game Level 7 Kelas Bunda Sayang IIP

Hari 1 (17 Mei 2018)

Mengamati dan menulis tentang orang terdekat? Yah, terutama anak, tentu saja. Siapa yang tidak bisa mengamati dan merekam dokumen semacam ini dan menyimpannya ke dalam chip memori. Seorang ibu, bahkan saat tak ditanya, acap kali menceritakan tentang anak-anaknya. Sering pula membangga-banggakan anaknya di depan orang lain-walau tanpa disangka tak pernah menghargai dan memuji di depan anak yang bersangkutan- menurutku ini yang salah kaprah. (more…)

Menyelesaikan Soal Pecahan Kak Biyya [Tantangan Hari ke-4]

Sambil menemani Faza yang sibuk dengan bentuk dan warna dari kertas origami, kami menemani Kak Biyya belajar tentang pecahan menggunakan origami yang sudah digunting seperti bentuk apel-apel merah yang ranum. Awalnya Biyya antusias sekali, tapi ada yang rancu dari buku paketnya. Bahasa yang digunakan ternyata tak mudah dipahami bahkan olehku dan ayahnya. Sampai kami terpaksa menghitung kembali dan memulai lagi menjelaskan dari awal mengenai soal dan jawaban pecahan yang tertera dalam buku paket Biyya. (more…)

Game Level 5 Hari ke-10 [Berteduh di Rindangnya Pohon]

Hari kesepuluh bukanlah hari terakhir, walau mungkin aku hanya sanggup menyetor laporan hingga hari kesepuluh. Pohon merimbun perlahan dan terasa nikmat sekali berteduh di bawahnya. Saat kita membahas sudah membaca apa hari ini? Biya sangat suka berceritera dengan suaranya yang ceria, tentang buku yang dibacanya perlahan diangsur. Ia juga tertarik sekali dengan majalah NG Kids yang dibeli ayahnya semalam. (more…)