my world

Don’t Be Scare (Now We Have Steempress)

image credit

“Sebaiknya kau tidak usah tidur.”

“Hah? Maksudmu? Ini sudah lewat tengah malam!” ketusku.

“Bukannya kau ingin menuliskan satu cerita lagi?”

Bukannya bersemangat, wajahku justru jengah diingatkan tentang itu.

“Berhentilah menggangguku, Gila! Ingat saat terakhir kali aku membuat fiksi dan aku sama sekali tak mampu menyelesaikannya. Belum lagi selesai yang satu, cerita lain muncul dan itu seperti lingkaran setan yang merantaiku.”

“Hei, bukannya kau menyelesaikannya?”

“Oooh, baiklah, Pengganggu. Ingatanmu bagus sekali. Aku memang memaksanya selesai walau itu bukan ending sesungguhnya yang sudah kudesain jauh hari di kepala. Mata dan jari tak lagi mau kompromi. Jadi kuputuskan saja seperti itu. Oiya, bukannya sebaiknya kau pergi saja. Berhentilah terus-terusan membisikiku. Lama-lama kau mirip hantu. Selalu datang tiba-tiba dan menganggu.”

“Hahaha…kau yang selalu mengundangku dalam helaan nafasmu. Kau gandrungi dan terus-terus mencariku jika aku tak ada di tempat biasa.”

“Heh! Sejak kapan kau berpikir begitu dibutuhkan? Apa kau tidak paham kata-kata, sudah jelas aku bilang kau sangat mengganggu.” Gerutuku dalam.

“Kau tak benar-benar terganggu, aku bisa melihatnya dari matamu.”

“Dasar aneh. Apa kau tak lihat mataku terpejam! Sudah, lekas pergi. Aku dalam ritme sirkadian yang sesuai!” Bentakku galak.

“Mata mana yang kau pejamkan? Aku bahkan bisa melihat kedua pasang mata yang terbuka lebar.”

“Aaaargh! Kau menakutiku. Aku hanya punya sepasang mata, kecuali kau semakin sedeng dengan menghitung serta mata kakiku! Sekarang pergi tinggalkan aku sendiri!” teriakku makin frustasi.

“Ternyata sekarang kau tak hanya suka berpura-pura lugu, kau juga tak malu berdusta.”

“Apa?” sontak aku bangkit dan mengedarkan pandangan ke sekitarku. Aku berusaha mencari sesuatu yang bisa mengusirnya. Barangkali sebuah lembing atau semacamnya yang bisa menakutinya agar menjauh.

“Nah, sekarang bagus. Kau terlihat mulai bersemangat. Apa kita akan memulainya?”

“Memulai apa?”

“Satu cerita lagi…”

“Enyah kau, Setan!”

BRAAK!

“Hei, kenapa kau jauh lebih bersemangat dari sebelumnya? Apa sesuatu merasukimu?”

“Kau! Kau yang berani-beraninya merasukiku. Merantaiku dengan ide-ide gila dan …dan … hei…Bukannya itu bagus. Sekarang ada plug-in Steempress yang bisa kita isi apa saja dan bersinergi dengan blog di Steemit.”

“Nah, itu maksudku! Bukankah itu menarik sekali. Kau tak perlu lagi dilema, ingin mengurus rumah yang mana, kan?”

“Ah, baiklah. Mari kita mulai…”

quote by Paulo Coelho

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *