cerita ceriti,  Kelas Bunsay Game Level 5,  Kuliah Bundsay IIP,  my world,  Parenting,  Self reminder

Game Level 5 [Menanam dan Merimbunkan Pohon Literasi]

Sudah lama ingin membuat challenge semacam ini buat keluarga, terutama menantang Pak Suami juga yang waktunya bisa dibilang mepet dan penyuka genre tertentu saat membaca. Aku masih sanggup membuat list bacaan fiksinya setelah 12 tahun menikah. Ia cukup pemilih dalam bacaan dan kebiasaan karib dengan dunia digital seperti lelaki pada umumnya membuat ia tak seberminat itu dalam membaca. Ia kuperhatikan lebih cepat menyerap ilmu dengan menonton video. Sebelum mengajar pun ia justru mencari bahan ajar dalam bentuk video atau satu halaman buku dan searching keyword yang berasal dari buku yang dibacanya, kemudian menonton lagi.

Sulung kami Akib suka membaca. Walaupun masih belum maksimal, kurasa aku bisa jadi teladan dalam hal mengampanyekan literasi di dalam rumah. Mulai dari program pribadiku book of the week, atau book of the month dan aktivitas menulis menuangkan ide minimal seminggu sekali. Sejak aku mencoba membuat akun steemit, aku sedikit lebih produktif karena aura kawan-kawan blogger yang rajin dan memotivasi sesama teman untuk one day one post.

Benar kalau dibandingkan dengan sahabat komunitasku, aku yang paling kurang produktif, actually it’s all because aku harus jeli membagi waktu dengan anak, pekerjaan domestik, dan mengajar. Ah, tapi tidak juga. Banyak yang lebih sibuk dan bisa tetap rutin membaca dan produktif menulis. Yang ditulis pun bukan cilet-cilet. Bagiku itu mengagumkan.

Baiklah, kita akan memulai game level 5. Aku sudah mengabarkan dua kali, pertama saat forum keluarga lepas magrib. Kedua, saat sarapan pagi dengan lebih detail, karena saat forum keluarga mepet dengan jadwal mengaji di rumahku bersama anak-anak komplek, aku tak sempat menunjukkan gambar ide-ide pohon literasi. Paginya aku menunjukkan pada seluruh anggota keluarga inti mengenai gambar-gambar yang akan kita buat di dinding rumah sebagai pohon literasi.

Kendala hadir saat aku masih belum sempat singgah ke toko ATK untuk belanja perlengkapan membuat batang pohon. Benar lem dan kertasnya ada, tapi belum lengkap. Pohon literasi kami belum jadi. Aku berencana lanjut memilih menyelesaikan buku Teach Like A Finland oleh Thimoty D. Walker. Faza pun memilih buku saat kami bersiap pergi pagi ini. Buku yang dilih Faza, K Doraeman. Ia memilih secara random dari buku yang masih berserak di samping rak buku di pondok kami.

Hari harus boyongan ke beberapa tempat. Jadi baiknya bawa buku saja.

Akib yang masih UTS agak bingung memilih buku apa, katanya semua buku sudah dibaca, benar juga bukunya yang kubelikan seminggu sekali tentu dihabiskan sebelum minggu berikutnya. “Akib masih boleh baca buku-buku Bunda, banyak juga yang ringan dan cocok untuk Akib.” Ia masih memandang kosong, belum terbit binar matanya. Anakku yang tengah, Hukma Shabiyya memang bukan pembaca yang lahap seperti kakak lelakinya, tapi ia suka komik KKPK dan tentu saja suka kalau dibacakan buku apa saja.

Kurasa untuk pemanasan masih kurang hangat, sebab waktu merimbunkan pohon literasi ini adalah 10 hari. Esok aku sudah safar pula selama tiga hari menjalankan tugas organisasi. Seperti biasa Faza ikut serta, kali ini aku juga membawa Biyya karena tujuan kali ini ke kampung halaman, Rimo, Aceh Singkil. Berharap bisa menaklukkan tantangan di game level 5 ini.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *