cerita ceriti,  Kelas Bunsay Game Level 5,  Kuliah Bundsay IIP,  my little angels,  my world,  Parenting,  Self reminder

Game Level 5 [Semarak Merimbunkan Pohon Kita]

Tantangan hari kedua kian seru karena ditambah aku yang sedang safar bersama Si Tengah Biyya dan Si Bungsu Faza.

Aku masih meneruskan bacaan Timothy D. Walker dan Biyya buku KKPK-nya. Kami menempuh perjalanan panjang kurang lebih 12 jam Banda Aceh- Aceh Singkil dengan jalur pantai Barat Selatan. Tidak bisa membaca karena berangkat dengan minibus yang digegas dan hari sudah magrib saat itu. Bahkan aku tidak bisa menyetor tugas buat hari kedua karena tengah malam kami masih berada di Geurutee.

Sopir berhenti di sebuah rumah makan langganan, tapi waktu yang diberikan mepet. Aku tak sempat menulis atau membaca.

Pukul 06.40 kami tiba di kampung halaman. Berkemas untuk mandi dan sarapan. Biyya yang mulai segar mengambil bukunya. Sambil bercengkrama dengan Angku (panggilan Kakek dalam bahasa Minang), Biyya berniat membaca buku sebentar.

“Bunda sudah setengah, lo, bacanya. Biyya udah selesai?” Tanyaku.

“Belum, Nda. Kemarin baru baca yang judulnya “Ayah”. Lapor Biyya kepadaku.

Godaan bermain dari para sepupu terlalu gencar. Nah, biarlah. Walau bagaimana pun ini adalah kesempatannya untuk lebih dekat dengan keluarga besar, jadi aku tak bisa terlalu banyak intervensi. Paling mengingatkan waktu makan, salat, dan mandi. Ternyata realita tidak sesuai dengan ekspektasi. Yang penting tetap berbesar hati dan show must go on.

Pohon literasi kami sudah tegak sebelum aku berangkat bersama Biyya dan Faza. Jadi tinggal Ayah dan Akib di rumah. Aku membuat pohon literasi dibantu Biyya, sementara Bang Akib belum pulang sekolah.

Ada beberapa tambahan seperti potongan alfabet untuk membentuk kata “Pohon Literasi” di atas bentuk pohon tersebut. Aku tidak mengerjakannya karena itu akan jadi tugas berdua antara Akib dan ayahnya selama aku di Rimo dua hari.

Ada dua pucuk daun yang mulai tumbuh, pertama buku yang sedang dibaca Biyya dan yang kedua buku yang sedang dibaca Faza. Keduanya sebenarnya belum tuntas hingga hari ini. Tapi aku menempelkan daun judul dan pengarangnya untuk memotivasi anak-anak ini terlebih dahulu.

Semangaat! Semoga berhasil!

 

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya: Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Bisa dihubungi melalui surel medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published.