my world

It’s time to rabbitry

 

“Nda, ada yang kena scabies.” Kode Eun Yud untuk mengajakku ke Rabbitry. Sambil terus berkemas aku bertanya berapa ekor yang terjangkit scabies, anakan, pejantan, or indukan. Ya, standard questions. Anamnesis singkat itu pasti akan berakhir begini, “sebentar ya, dikit lagi, nih.”

‘Dikit’nya emak-emak itu bisa sebutir debu, sebongkah batu, bahkan sebesar gunung. Jadilah terkadang beberapa jam kemudian, bahkan bisa jadi beberapa hari berikutnya baru aku melongok ke belakang atau ke sebelah. Inspeksi sekaligus memberi perlakuan pada pasien-pasien milik klien kesayangan.

Kasus langganan yang biasa kutangani adalah scabies atau semacam kurap, kalau orang awam bilang. Penyebabnya adalah salah satu spesies tungau Sarcoptes scabei yang menyebabkan gatal di bagian kaki, telinga, dan hidung kelinci. Gejala pathognomonik (khas)nya  terlihat keropeng di sela-sela kuku, pinggir telinga dan hidung. Kalau parah bisa meyebabkan kerontokan bulu, keropeng di hidung menebal dan penyakit ini juga sering disebut penyakit hidung pinokio karena salah satu gejalanya seperti di atas. Kelinci yang mengalami scabies akan dengan intens menggaruk-garuk bagian tubuh yang gatal, menggosok-gosokkan badan ke kandang.

 

Scabies penyakit yang mudah menular. Segera pisahkan kelinci yang mengalami gejala scabies dari kelompoknya, jika dipelihara bersama indukan/ anakan/pejantan lainnya. Karena tungau sangat mudah berpindah ke kelinci lain melalui kontak langung atau tempat pakan, kandang, dan nipple yang tercemari tungau tersebut.

 

Kebetulan kandang di rabbitry kami adalah kandang individual. Setelah 40 hari anakan kelinci disapih dan dipisah kan dari induknya. Anakan sudah bisa mengkonsumsi pakan pellet atau hijauan layaknya kelinci dewasa lainnya. Sementara indukan dipersiapkan untuk kawin dengan pejantan yang stand by setiap saat untuk membuahi.

 

Hanya butuh sekitar empat ekor pejantan untuk rabbitry kami dengan kapasitas kandang yang hanya cukup untuk 50 ekor kelinci. Jadi, kita tak perlu banyak pejantan. Hanya satu atau dua ekor pejantan tangguh. Untuk syarat menjadi pejantan atau indukan akan kita coba bahas di tulisan selanjutnya.

 

Pencegahan penyakit scabies dengan sanitasi kandang yang baik, pakan yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Untuk kelinci hias sejenis Jersey Wolly, English Angora, atau Lion Head sebaiknya rutin menyisir bulunya paling tidak seminggu sekali, sebulan sekali boleh dibawa grooming ke petshop terdekat. Jenis lokal, New Zaeland Dwarf, Holland Loop, Rex, Reza, lebih praktis lagi. Cukup rutin membersihkan kandangnya setiap pagi. Kelinci merupakan hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Ia akan lebih banyak makan dan minum, juga defekasi saat malam hari atau menjelang subuh. Jadi, pagi adalah saat yang tepat membersihkan kandang dan mengganti pakan paginya.

 

Jika sudah terjangkit scabies, injeksi subcutan 0,1-0,2 cc ivomec (ivermectin) biasanya bisa menyembuhkan penyakit ini. Dalam tiga atau empat hari keropeng akan rontok dengan sendirinya dan kelinci bisa sehat seperti sedia kala. Lakukan pencegahan seperti di atas agar si tungau jahat tidak mampir lagi menjangkiti kelinci kesayangan kita.

1466376485316
asisten cilik Bunda sedang melakukan inspeksi. Hm, bebas scabies! lapornya

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *