cerita ceriti,  Cerpen,  Fiksi

Lelaki Penyap

“Oooh, dia. Yang sering bikin kuis di IG itu, kan? Orangnya lucu. Aku suka senyam senyum sendiri membaca caption-nya.”

“Hehe… Iya. Dia sepupuku. Sebentar ya, aku mau cuci tangan dulu.” Nadin beranjak dari kursi menuju wastafel di sudut kafe cepat saji bergaya minimalis.

Wastafel tersebut agak menjorok ke dalam hingga Wanni hanya bisa menatap sisi belakang Nadin dari samping. Ternyata setelah mencuci tangan, Nadin butuh ke toilet. Wanni celingak-celinguk sebentar, tak lupa memperhatikan pintu utama yang terbuat dari kaca. Ia menunggu sosok sepupu Nadin yang baru saja mereka bahas barusan. Ah, sial. Namanya siapa ya? Aku cuma tahu nama Instagram-nya, rutuk Wanni dalam hati.

Seorang pemuda tanggung yang dikenali Wanni muncul, rambutnya lurus dan lebat menutupi alis sebelah kanannya. Wajahnya oval dan proporsional. Kulitnya sawo matang, tampak dari lengan yang terbuka hingga siku sedikit lebih gelap karena terpapar cahaya matahari. Mungkin ia sehari-hari mengendarai motor tanpa jaket pelindung atau sekadar sun block.

Dengan manik mata penuh binar Wanni memberanikan diri memberikan kode, lelaki itu tampak bingung karena memang tidak mengenali Wanni.

“Ah, hai! Lelaki Penyap!” panggil Wanni sambil mengangkat satu tangannya, tampak ia kehilangan akal bagaimana membuat lelaki itu paham bahwa tempat duduknya sudah disiapkan di kafe itu.

“Hai, Dio. Sini!” panggil Nadin sambil mengarahkan langkah lelaki tadi ke tempat duduk mereka.

“Kenalkan ini Wanni,” Nadin bersiap mengambil posisi duduk.

“Ah, hai…iya…aku…”

“Dio, kan? Maaf…” potong Wanni tersipu, “Tadi terpaksa panggil begitu…”

“Kamu follower aku, ya?” tanya Dio tergelak. Wajah Wanni semakin menyemburat merah.

Ah, Lelaki Penyap! Harusnya kan kamu penyap saja, aku malu jadi bahan perhatian orang pula meneriaki nama aneh begitu.  

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *