Mencari Permata dalam Binar Mata (Hari VI)

Hari 6 (22 Mei 2018)

Kelas Bunda Sayang Tantangan Game Level ke-7

Biyya mengikuti Camp Ceria Ramadan (CCR) sejak pagi pukul 08.00 – 15.00 WIB. Ia sangat antusias dan bercerita tentang detail aktivitasnya di CCR. Pagi salat Dhuha, murajaah hapalan Quran, membuat bros pita, dan menanam bayam.

Keluwesannya dalam bergaul membuat ia tak kesulitan mengikuti rangkaian aktivitas CCR. Jika diberikan kepercayaan sedikit lagi, Biyya terus berkembang menjadi pribadi mandiri dan bermanfaat. Ia memiliki jiwa pemimpin yang ditandai dengan dominannya ia saat bermain dengan teman seusia atau beberapa tahun di bawahnya.

Walau sempat terjadi insiden Curhat karena adanya persaingan dan sahabatnya yang juga dominan, tapi sejauh ini Biyya masih bisa mengatasi semuanya. Ia tipikal anak yang bukan sekadar mandiri, tapi ia juga kuat hati.

Anak tengah memang kerap kali atraktif dan memang punya cara sendiri menarik perhatian orang tuanya. Biyya memang pernah ‘mengkek’ dan menyebalkan kalau sudah mulai rewel dan merasa dalam situasi mood yang jelek. Ini bisa terjadi tanpa kenal kondisi dan waktu. Tapi jika itu sudah kusinggung di rumah, bahwa sikapnya di depan umum itu salah dan mohon jangan diulangi. Ia dengan berbesar hati menerima dan meminta maaf.

Bagiku ada bibit-bibit seni memimpin dan berjiwa besar pada Biyya yang harus kami asah agar menjadi potensi yang baik untuknya di hari depan.

 

Saat kelas cooking di CCR, mereka membuat kue kering dari Coco Crunch, cokelat batang dan sprinkle. Biyya membuat dengan telaten dan mengikuti prosedur. Ia juga mau membagi dengan Faza hasil buatannya. Paling mengejutkan buatku adalah, ia bertahan tidak merengek berlebihan meminta buka puasa walau kentara sekali ia sangat berminat pada kue kering tersebut. Ia bisa menunda keinginannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *