Mencari Permata dalam Binar Mata (Hari VII)

Tantangan Game ke-7 kelas Bunda Sayang

Hari 7 (23 Mei 2018)

Biyya juga ulet dan teratur, walau ini perlu arahan lebih lanjut agar ia paham mana yang didahulan mana yang tidak. Selama CCR, ia menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan sebelum tidur. Tidak lupa ia mengingatkan Bunda yang sering dikatakannnya pelupa, untuk melengkapi sesuatu yang tidak bisa dipenuhinya sendiri, seperti telur dan gula yang harus dibeli lebih dulu atau aku yang lebih paham keberadaan stok di dapur.

Hari ini Biyya berencana membuat kebab di CCR, jadi ia memerlukan beberapa butir telur. Sedangkan gula dibawa untuk dimasukan dalam kantong sumbangan kepada teman-teman pemulung di Kampung Jawa yang akan mereka kunjungi hari ini.

Tak ada sedikitpun Biyya merepotkanku dengan persiapan CCR, ia cukup mandiri dan luwes mengerjakannya sendiri. Mandi pagi dan ingin memakai pakaian apa, paling juga ia bertanya jilbab yang cocok yang warna apa untuk paduan pakaian yang dikenakannya.

Di tengah prosesnya membuat kebab, Faza yang sejak tadi sudah mulai keroncongan meminta kebab yang dibuat Biyya. Dengan sabar menahan selera dan titik liur, Biyya membukakan wadah penyimpanan kebabnya dan mencomot bagian atas kebab, menyuapinya ke mulut Faza. “Udah, ya. Jangan minta lagi, ini untuk kakak berbuka puasa nanti.”

Tapi memang Faza yang tak bisa menahan selera dan entah kebab yang terlalu menggoda, yang jelas Faza lapar dan dia minta agar aku membukakan wadah kebab itu lagi. Sedikit penuh drama dan akhirnya dengan tak ikhlas Biyya menyerahkan kebab tersebut untuk disantap Faza. Tentu saja sebenarnya ia menangis dan merengek minta lagi satu kebab utuh kepadaku.

Aku menyarankan agar ia coba mengantre lagi untuk membuat kebab, setelah semua teman yang belum dapat giliran membuat kebab. Aku senang akhirnya Biyya dengan sedikit rengekan, akhirnya mau juga bersabar sampai teman-teman lainnya selesai dan ia mengambil sisa tortila dan membuat kebab tahap demi tahap. Ia juga membuat satu kebab lagi untuk dibawakan pulang untuk Akib.

Kurasa hari itu berkah sekali, Faza yang tidak berpuasa makan siang dengan kebab yang seharusnya jatah Biyya. Biyya juga membuat kebab lain untuk dirinya sendiri, teringat pula membuatkan kebab buat Akib.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *