my world

NHW #3 Matrikulasi IIP Batch#3

NICE HOMEWORK #3

📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚

Bunda, setelah kita belajar tentang “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

🙋
👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

10 Februari 2017
Assalamu’alaikum

Dear Eun Yud, ayah anak-anakku.
Masih segar diingatan Juli lalu kamu mengirimkan sebuah foto ke WA-ku, “Still having a hoot after 11 years” happy anniversary.

Prinsipku selama ini, perlakukan suami sebagaimana kamu ingin diperlakukan dipertegas kembali oleh beberapa motivator Pernikahan. Dulu masih ingat di awal-awal pernikahan aku masih sering membaca buku-buku Faudhil Adzhim dan membacakan beberapa paragraf disaat menjelang tidur. Membuat surat berlembar-lembar dan menyaksikan binar mata dan kulum senyummu.

Maafkan jika berganti hari aku tak lagi semeriah itu merayakan cinta. Barangkali bersebab aku sedikit lelah dengan pikiranku sendiri tentang bagaimana ananda kita bisa bertumbuh dengan baik. Mohon tetap yakinkan hatimu bahwa cintaku sedikitpun tak bergeser dari tempatnya, cintaku tak dibagi sama sekali dengan kehadiran anak-anak kita, justru akan kukali berlipat-lipat, terutama ketika memandang wajah si bungsu hari ini. Faza… gen dominanmu dan seluruh perkodean yang berhasil dicopy-nya dari fisikmu, semakin menggemaskan dan membuat cintaku semakin bertambah padamu.

Dulu gumamku sebelum tidur adalah,I still can’t believe it’s true, that you’re there beside me. I really can touch you not only imagine about you. Can shake your hand, can hold your arms. Still like a drems. Tapi beberapa tahun malam-malam kurasakan kantuk menyerang teramat dahsyat, aku tidak menyalahkan pekerjaan rumah dan anak-anak. Tapi barangkali aku yang tidak piawai mengatur waktu. Maafkan namun sebenarnya setiap malam aku masih memikirkan hal yang sama. Sulit dipercaya aku benar-benar perempuan yang dipilih oleh-Nya bisa tidur di sampingmu.

Eun Yud, sekali lagi kukatakan untuk kesekian kalinya betapa tabiatmu yang melekat tentang belajar dan menimba ilmu amat sangat menguatkanku di sisimu. Kutemukan kamu dalam detik-detik belajar dalam universitas kehidupanku. Pikiranmu yang terbuka dan tidak pantang dikritik asalkan dengan cara yang baik dan dibarengi dengan niat tulus, membuatku kagum hingga detik ini. Ego yang katanya menjadi jargon pada seorang Ayah ada padamu dalam hal yang positif, ego negatif? Masya Allaah… malaikatpun insya Allah mencatat bagaimana kamu punya usaha keras meninggalkan kesukaan lamamu bermain game dan merokok ketika pertama sekali kita melangkah ke jenjang munakahat. Aku menjadi saksi betapa sulit itu kamu tetap melaluinya. Kamu masih dan tetap segalanya dalam hal ini. Lalu ketika ingin marah, kau redam hingga ke tanah terbawah. Allah mohon catatkan ini untuk ia, Eun Yud suami yang penyabar. Aku mencintaimu seluruhnya, sepenuh hatiku. Sekiranya ada tempat lain yang bisa kujadikan jaminan bahwa cinta ini melebihi apa yang pernah terucap, maka biar Allah saksinya. Maafkan segala salah dan khilaf selama Aini menjadi istrimu.

Your lovely wife
Your supportive partner in life

Aini

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

1. Alfi Kawakib
Alfi panggilan kecilnya, tapi ketika usianya 2 tahun dan mulai bisa menyebut dirinya sendiri, panggilannya menjadi Akib, singkatan dari keseluruhan namanya. Sejak kecil Akib mungil tergolong tak bisa diam, suka bercerita dan bergerak. Bunda menuliskan catatan mengenai tumbuh kembang Akib dinsebuah blog bertajuk Inspiring Moment tahun 2008 di blogspot (stanza-filantropi.blogspot.com), tapi seiring waktu blog itu tidak lagi dikelola dengan baik dan sekarang campur aduk, tidak fokus pada perkembangan Akib. Dari sana Bunda mencatat bahwa kelebihan Akib
a) memiliki kemampuan imajinasi yang tinggi, hingga sejak kecil Bunda memanggilnya dengan Sang Imajinator Adiluhung.
b) kritis seperti anak usia 7-11 tahun pada umumnya.
c) berani tampil di depan umum
d) mudah bergaul dengan teman segala usia, walau tidak bisa mengemong adiknya dengan baik.
e) bisa menggambar
f) piawai merakit lego
g) bisa menggunakan program aplikasi seperto coral draw, smooth draw, dan sketch up versi lama.
h) penyuka aktivitas indoor ini sangat lahap membaca buku segala genre.

2. Hukma Shabiyya
a) kritis dan atraktif. Karena anak tengah, dia punya seni sendiri menarik perhatian kami kedua ortunya.
B) ramah, mudah bergaul dengan siapa saja, maka kami gelari ia dengan Si Rumeh Biyya alias Biyya Yang Ramah.
C) kemampuan kognitif lebih baik dibanding abangnya (bukan mau mbandingkan tapi ditulis seperti itu untuk sekedar menggambarkan kemampuannya), tulisan lebih rapi, tekun, selaras dan tidak ceroboh.
D) menyukai karate dan olahraga fisik membuat badannya lebih luwes
E) walau mengidap ashtma tapi daya tahan tubuh lebih bagus di antara kami sekeluarga.
F) penyuka aktivitas outdoor dan sangat ekspresif dengan segala perasaannya baik emosi positif maupun emosi negatif.

3. Muttaqiy Mafaza
A) usianya baru dua tahun tapi bisa mengikuti beberapa nada dan sangat responsif. Selera makan stabil dan karena belum teridentifikasi sekali keahliannya kami hanya membantu ia menemukan minat dan bakatnya dengan tidak lupa berdoa, kami memberinya gelar Sang Bijaksana

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Kekuatan potensi diri saya barangkali lebih sabar menghadapi perbedaan sifat anak-anak. Saya sering melihat anak-anak yang bisa disuruh duduk diam dan mudah sekali dibujuk dan dihentikan, bisa dikendalikan walau tidak mungkin sepenuhnya. Sementara anak-anak saya sejak kecil tergolong super aktif dan tahap mulai merangkak hingga berjalan adalah saat-saat yang lebih melelahkan jika saya perhatikan dengan teman-teman yang memiliki anak sebaya dengan saya. Begitu juga dengan kondisi ketika hamil, Allah sangat memudahkan segala prosesnya, walau tidak mungkin tak lelah susah dan payah, tapi teman-teman sering heran melihat saya hamil masih sanggup menghandel segala urusan domestik dan tetap bisa berorganisasi. Saya sangat menikmati segala keringanan yang diberikan-Nya, mencatat hal ini baik-baik agar syukur kerap terpatri dalam diri.

Potensi lainnya saya bisa menggambar dengan cukup baik. Saya melihat Akib dan Biyya senang sekali punya Bunda yang bisa menggambar walau tidak alakadarnya saja.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Mengenai lingkungan tetap, agaknya masih belum bisa kami petakan. Tapi sejauh ini lingkungan tempat kami beraktivitas selama ini adalah wadah tempat kami bisa menabung amal akhirat jika kami manfaatkan dengan baik. Tiga tahun tinggal di lingkungan panti asuhan, keluar dari sana masih beraktivitas mengajar anak-anak pesantren dengan mata pelajaran non kurikulum. Sekiranya masih diijinkan Allah, hingga anak-anak besar kami tetap ingin menjalin silaturrahim dengan lingkungan yang lama ini.

Saya belum tahu mengapa Allaah memberikan lingkungan ini untuk kami, kenapa kami harus hadir di sana. Barangkali untuk menguji kesungguhan kami beramal dan benarkah kami ini sudah memiliki kesalihan sosial seperti yang dulu kami idamkan sebelum menikah ataukah hanya ujian kesempatan yang hanya akan tersia-siakan oleh kelalaian kami.

 

Demikian NHW #3 kali ini semoga bisa membangun peradaban dari dalam rumah dan tetap terjaga motivasi semacam ini. Terima kasih atas kesempatannya saya haturkan kepada Bunda Fasilitator dan Bunda Korming di kelas Matrikulasi IIP Batch #3

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *