my world

Perjalanan Mencoba Steempress

Setelah empat tahun menggunakan platform WordPress dan pada tahun kedua mencoba upgrade self-hosting dengan platform yang sama, akhirnya aku kembali bersemangat mengurus rumah maya ini setelah sebelumnya kugunakan hanya untuk menyetor tugas-tugas di Institut Ibu Profesional (IIP) Batch #3.

Sebab WP sekarang bersinergi dengan Steemit dengan cara meng-install plugin steempress-io yang digagas oleh @howo dan @fredrika. Penasaran sekali dengan  yang satu ini, sampai dalam perjalanan pulang ke kampung, aku mencoba mempelajarinya dengan saksama. Aku sampai libur mengunggah tulisan-tulisan di Steemit lebig dari seminggu.

Aku menemukan kendala saat memasukkan private key  ketika menyetel plugin ini, hampir setiap hari ketika senggang, kuulang prosedur yang sama. Kak @alaikaabdullah mencoba membantu dengan mengantarku ke Discord Steempress, barangkali di sana ada teman-teman yang punya pengalaman yang sama. Walau belum dapat jawaban yang memuaskan, aku terus mencoba menyetel ulang dan memasukkan private key dari Steemit ke setting WP.

Sedikit kesal akhirnya aku mengadu pada suami kalau aku kesulitan menyetel Steempress di WP. Sambil terus bergerilya di Discord, suamiku mencoba membantu menyetelnya. Aku masih misuh-misuh, apa karena 15 Juni hosting WP kami expired?

“Iih, jangan sampai dong! Bayar tagihannya sekaraaang. Huhuhu….” Ya, ampun, aku mulai tidak keruan. Soalnya aku sedang benar-benar semangat membereskan rumah mayaku ini.

“Nanti hasil nulis ini Bunda kasih buat bayar tagihan hosting, deh.”

Eng ing eenggg… Tiba-tiba saja semua membaik di tangan Pak Suami. Dia berhasil meyetek private posting key dengan menyalin-tempel dari akun Steemit-ku. Padahal sejak beberapa hari lalu aku juga melakukan hal yang sama, tapi tetap saja jawaban di sana “Wrong”.

Hadus! Aku sudah janji hasil menulis ini bakalan membayar tagihan hosting. Bukannya tanggung-tanggung, hosting ini unlimited yang per tahun sekitar tujuh ratusan ribuu. Buahahahaha….asal ngomong akhirnya kena getahnya.

“Eun, yang tadi bohongan ya. Tagihannya dikau aja yang bayar. Kan, biasanya juga gitu.”

Demi melihat matanya yang melotot dan brewoknya yang udah mulai tumbuh lagi… ngeri-ngeri sedap juga. Alamakjang, bagaimana pula cara menjilat ludah sendiri. Hahahaha.

Baiklah. Untuk awal sebagai percobaan, postingan pendek ini akan mengawali double action post untuk dua rumah mayaku. Doakan aku, Kawan-kawan!

Yuk, coba install plugin Steempress. Bisa sekali dayung, dua, tiga pulau terlampaui!

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *