cerita ceriti,  Cerpen,  Fiksi

Seratus Kata

“Ini gila!” rutukku.

“Kenapa Ai?”

“Tantangan fiksi mini seratus kata! Bahkan premis yang biasa bisa 1000 kata dengan font standar. Blurb pun tak sebegitunya memangkas aksara yang akan muncrat dari otakku, kan, Fei?” Aku mulai menatap layar putih di hadapanku dengan frustasi.

“Kau tak pernah tahu, jalanmu belum jauh. Sudah berapa kali kuingatkan supaya kau belajar! Belajar, belajar dari nol!” mau tak mau kutatap Fei yang—jujur kukatakan—membuatku geram bukan kepalang. Seharusnya sejak dulu sudah kuenyahkan dia dari lobus temporalku.

“Kamu harusnya paham, Mimin di Inong Literasi bukan tak punya alasan memilih tantangan kali ini. Siapkan dirimu.” Ujar Fei.

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *