Tantangan hari#10 Komunikasi Produktif

Memasuki hari ke-10, kukira akan lebih mudah (Ngarep. Hehehe).

Sabtu biasanya kita kumpul dan pergi bareng ke suatu tempat. Kalau ada pameran atau kalau kira-kira ada kafe yang baru buka dan sepertinya cocok untuk dicoba, kami akan ke sana. Tapi sejak pindah ini, Akib sudah menyusun agenda sendiri dengan temannya. Oh iya, karena  dia juga sudah mulai les persiapan UN jadi pukul 8.30 pagi ke sekolah lagi. Si Tengah kami memang bersekolah di SDN dan masuk hari Sabtu.

Pagi Akib sudah rapi dan siap berangkat. “Sikat gigi, doong. Malu itu kelihatan giginya nggak bersih.” Aku mengingatkan.

“Nanti sore aja, Akib nggak mau terlambat.” katanya. “Oh Bunda, kawan-kawan Akib nanti rame mau ke rumah. Boleh ya?”

“Boleeeh. Ramenya itu berapa orang?” tanyaku lagi.

“Ziyad, Faris… Hm.. Lima orang lah.”

“Oke, nanti pas jam makan siang ajak aja kawannya makan ya.”

Akib berpamitan dan pergi les. Aku memasak untuk siang sekalian karena pukul 10.00 aku ikut seminar di Putik Meulu Building. Sekitar pukul dua siang aku balik ke rumah. Benar ada sekitar lima orang teman Akib, yang aku kenal Alfa, Faris, Fatih, Faris, Faza, ada dua lagi beda kelas. Mereka sedang membahas Minecraft nampaknya saat aku tiba di rumah. Ternyata mereka belum pada makan. Mungkin keasyikan. Aku menyapa beberapa teman dan menanyai namanya serta kelas. Ada yang dari kelas Arrazi dua orang. Aku lupa namanya.

Tiba-tiba salah satu dari mereka mengatakan akan ke rumah Abyan. Semua setuju dan akhirnya minta ijin kepadaku,  aku menyiapkan bekal untuk sekitar tiga orang, karena yang lain katanya rumahnya di sekitar rumah Abyan dan bermaksud langsung pulang.

Pukul enam sore Akib pulang bersama Faris. Ibu Faris menjemput bada magrib. Kami mengobrol sekitar satu jam sebelum akhirnya Faris pulang bersama ibunya.

Akib terlihat senang.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *