cerita ceriti,  disleksia,  KelasBunsay#1,  Kuliah Bundsay IIP,  my little angels,  my world,  Parenting,  Self reminder

Tantangan hari#7 Komunikasi Produktif

Tantangan hari#7

Rabu.
Pagi alhamdulillah lancar. Aku belum bisa mengajak Akib turut membantu, minimal menyapu atau membuka jendela. FYI jendela rumah baru kami ini tidak support untuk melatih anak-anak kami membantu. Ganjalannya sudah pada patah, dan ada beberapa yang kacanya akan runtuh ke bawah. So.. So fragile! Wastafel cuci piring juga belum dibuat. Jadi aku minta Akib menggulung kabel obat nyamuk elektrik saja setiap pagi dan sore menyalakannya. Memasukkan sepeda ke rumah sudah tidak lagi kami wajibkan kerena ruang tengah kami dipakai untuk salat. Biasanya cukup digembok bersama motor di luar. Intinya belum jelas jobdes untuk anak-anak sejak kami menghuni rumah baru. Forum keluarga juga masih seadanya.

Setelah Akib berangkat ke sekolah, aku memutuskan mengabari Ibu Faris mengenai Alquran yang dipesan Akib. Kebetulan hasil desain logonya semalam disetujui oleh teman Ayah. Alhamdulillah, masih kurang sekitar 110ribu lagi, tapi aku berencana tetap membelikan Alquran tersebut karena ingin memotivasi Akib murajaah dan tilawah bulan depan. Karena belum ada solusi, kalau berdiskusi mengenai muraja’ah hafalan yang sudah lulus, Akib selalu ngeles kalau dia sudah lulus juz tersebut dan sedang mengafal juz berikutnya. Duuh… Memang memberi pemahamannya tiga kali lipat lebih sulit, kalau menghafal Alquran itu bukan untuk sekedar mendapatkan nilai di mata pelajaran Tahfidz.

Rabu Akib ada subjek olahraga, sekarang dia sudah jauh lebih suka kegiatan outdoor. Sudah jaraang sekali main lego. Puzzle-nya juga sudah membosankan dan banyak kepingan yang hilang. Membaca buku sudah tidak ada yang baru lagi. Perpustakaan masih jauh dan kami kesulitan datang rutin ke sana. Akib yang gemar mengayuh sepeda dan ketika pulang langsung minta ijin membuka laptop atau tab untuk mengutak-atik program membuat video dan sebagainya.

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *