my world

Terima Kasih untuk Semua Kebersamaan (Aliran Rasa Game Level 7)

-If you brave enough to say goodbye and life will reward you with a new hello- Paulo Coelho . Aku tak ingat persis kapan dan di mana pertama sekali aku mendengar kutipan ini, tapi aku cukup terkesan dan mulai sering melepaskan sesuatu dengan rela, mencoba tidak terlalu ngoyo dalam hidup ini merupakan salah satu cara agar aku bisa mengobati kecewa dan menjaga kestabilan jiwa.

Quote Source

Bagaimana aku sudah memilih untuk mengikuti kelas Institute Ibu Profesional sekitar setahun yang lalu dan berkomitmen mengikutinya sampai selesai. Namun di kelas Bunsay aku terseok-seok dan sempat tiga kali berturut-turut tidak mendapatkan badge tanda lulus. Rentang waktu yang diberikan cukup lama, dengan kesempatan berkali-kali. Aku memang sedikit riweuh dan perfeksionis membuat laporan dalam bentuk narasi. Karena bagiku tulisan yang baru saja keluar dari ‘pemanggangan’ sering kali tak layak konsumsi. Aku harus melakukan swasunting paling tidak dua kali.

Laporan-laporan setiap tantangan biasa kubuatkan premis dalam Word atau Polaris, aku sering lalai menyetor ke Google form yang membuat aku selalu tertinggal. Ketika kita menunda satu pekerjaan, maka ia akan beranak-pinak dengan sendirinya dan  tidak mudah menyelesaikan segala hal yang tercecer tersebut.

Kekuranganku dalam mengorganisir diri, disiplin, dan menentukan skala prioritas, seringkali membuat aku kecewa bertubi-tubi. Namun dari sana aku merasa siap untuk memulai hal baru dan mengambil banyak ibrah dan mencoba tidak mengulangi hal serupa. Walau ini berat, tapi aku berusaha dan sering mengingatkan suami untuk ikut menegur kebiasaanku yang suka menunda tugas-tugas online, termasuk editan naskah yang selalu kalah pamor dibandingkan dengan pekerjaan domestik. Maka kukatakan sekali lagi, sulit memang mengikatku dalam sebuah kontrak dan menjajari tenggat waktu atau deadline, tapi kalau tidak dilatih, mau sampai kapan begini terus?

Kelas IIP membantuku berlatih banyak hal, bukan hanya bagaimana menjadi ibu cekatan dan profesional, kuat, dan siap dengan segala kemungkinan yang harus kutanggung sebagai ibu yang diamanahkan anak berkebutuhan khusus. Seperti hari ini, sebenarnya hati sedang sangat remuk, teman-teman banyak menguatkanku beberapa minggu ini, terutama teman satu tim menulis, Ayu, kemudian adik bungsuku yang kerap kudapuk sebagai konselor pendidikan anak, dan tentu saja dokter Muna yang tahu persis bagaimana sulung kami.

Meninggalkan kelas Bunda Sayang IIP Batch#3 Sumatra 1 dengan langkah berat, tapi aku harus berani bertanggung jawab atas kelalaianku. Kelas ini sangat istimewa, di sini aku bertemu guru yang luar biasa. Fasilitator kelas yang mengesankan. Mbak Rahma atau yang biasa kami sapa dengan Mbak Amma, beliau memiliki passion di bidang menulis dan blogging juga. Aku bahagia bertemu dengannya. Lalu teman-teman yang hangat dan sangat welcome. Ada Mbak Felicia yang mahir di bidang investasi, Mbak Atik, Kak Cut Intan, Teteh Dhian yang selalu tersenyum dan dengan senang hati menyambut kami ke rumahnya untuk belajar baking. Terima kasih ya, Teh. Entah kapan lagi.

Mbak Intan Sari yang selalu menyemangati kami. Tak bisa kusebutkan satu per satu teman sepenanggungan di kelas ini, betapa aku bersyukur pernah mengenal kalian semua. Semoga suatu hari kita dipertemukan secara langsung. Ditambah lagi dengan kehadiran Fasilitator baru yang tak kalah hangat dan menyenangkan. Mbak Ika langsung benar menyebut nama sulung kami saat mewapri-ku. Aku terharu dan harusnya malu kenapa bisa terdepak dari kelas istimewa ini. Sungguh aku teralu, ya. Maafkan muridmu yang tidak disiplin ini. Andai masa rotan masih berjaya, aku siap menerima hukuman semacam itu untuk keteledoranku tidak menyetor empat laporan lagi. Di mana sebenarnya empat laporan itu sudah nagkring di file-ku dan tinggal kukirimkan ke blog lalu input di Google Form. Jadi, setelah salam perpisahan ini, aku tetap akan mengepos laporan tersebut hingga hari kesepuluh, karena pada kenyataannya game tantangan Cerdas Finansial ini tetap kami lanjutkan sekeluarga hingga hari ini.

Begitu juga dengan Pohon Literasi yang masih kami coba rimbunkan dedaunannya, semoga niatan kami jadi keluarga pembelajar terus dimudahkan oleh-Nya. Terima kasih buat seluruh fasilitator yang sudah mengorbankan banyak waktu dan pikirannya untuk kelas ini, untuk keluarga kami. Semoga menjadi amal jariyah. Aamiiin.

Baiklah, dengan membacakan bismillah saya siap mengundurkan diri dari kelas Bunsay IIP Batch#3 Sumatra 1, semoga bisa bertemu di lain waktu. Tetap semangat buat teman-teman yang sedang melanjutkan game tantangan berikutnya.

Game Cerdas Finansial yang sempat aku ikuti  hingga hari ini.

 

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *