Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

2 Comments

  • yelli

    Heheheh, lucu deh ceritanya Mbak, jadi sampai sekarang Mbak belum punya panggilan spesial dan alai buat suami? Memang sih romantis itu bukan saja dari kata2, tapi romantis itu tergantung presepsinya seseorang, karena romantis itu kan relatif. Ya kan Mbak!

    • aini

      setujuuuuuu, Mbak Yelli! depend on couple. Romantis itu nyaman sama dia, gitu kali yaa. Sampai sekarang kami masih trial and error untuk panggilan romantis, panggilan khusus ada tapi ya itu tadi, kedengarannya nggak romantis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *