cerita ceriti,  Cerpen,  Fiksi,  Self reminder

Tobat Romo

”Aaaaaargh…!!!”

Erangan Romo sama lengkingknya dengan pekikan aku dan Ibu. Tubuh Romo terbanting ke lantai, menggelinjang-gelinjang. Seluruh uratnya menonjol, darah muncrat dari mulutnya. Kusaksikan semua dengan mata membelalak dan Ibu menyembunyikan wajahnya ke dadaku. Mukena kami terciprat darah.

Ya, Allaaah, Romoo! Allah ….tolong kami, terima tobat kami.

Kulanjutkan membaca Albaqarah, tapi Ibu mendorong-dorongku.

Nduk.. sudah Nduk…cukup dulu!” isak Ibu mengguncang-guncang tubuhku.

“Tunggu, Bu. Biarkan saja, ibu berdoa terus semoga tubuh Romo kuat. Jin itu sebentar lagi akan keluar.” Ucapku menegarkan diri dan kembali fokus memegang mushaf Al-qur’an. Suaraku gemetar semakin menjadi-jadi. “Fansyurnaa ‘alalqaumil kaafiriin…

“Aaaarrgghhhhhhh…..” Romo memegang lehernya. Ada kepulan asap keluar dari mulutnya.  

Seorang ibu disleksik yang senang membacakan buku untuk anak-anaknya, Akib, Biyya, Faza, dan Kareem. Pencinta bahasa Indonesia. Istri Eun Yud yang rutin melembakkan 20.000 kata dan tidak melulu melalui lisan. Nah, salah satunya itu dengan tulisan juga. Menyerap energi dari pribadi-pribadi filantropis di sekelilingnya, tapi belum sepenuhnya bisa seperti mereka, hanya seorang 'wannabe'. Senang berbagi materi seputar parenting, buku, sains, dan dunia rabbitry . Silakan bersilaturahmi via e-mail medicus_84@yahoo.com.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *